Sering kali kita mengabaikan perawatan kompor, padahal dengan sedikit perhatian saja, kerusakan yang mahal dan bahaya kebocoran gas sehari-hari bisa dicegah. Kompor adalah alat yang setia menemani aktivitas memasak setiap hari, mulai dari pagi hingga malam, namun kita sering baru sadar pentingnya merawat ketika kompor sudah bermasalah. Warna api yang harusnya biru cerah berubah menjadi kuning atau merah merupakan tanda pertama bahwa kompor mulai bermasalah. Ini biasanya terjadi karena lubang pembakar tersumbat atau regulator gas yang tak berfungsi sempurna. Api yang tidak sempurna tentu membuat proses memasak menjadi kurang efisien dan gas lebih cepat habis.
Selain itu, pemantik yang mulai sulit menyala juga merupakan sinyal bahwa kompor membutuhkan perhatian. Jika harus berusaha beberapa kali baru api muncul, artinya ada kotoran yang menyumbat atau baterai pada pemantik perlu diganti. Tidak sedikit pula kompor yang mulai berkerak dan berkarat akibat sisa tetesan air dan minyak yang tidak segera dibersihkan. Kerak dan karat ini tidak hanya menurunkan penampilan tetapi bisa merusak struktur kompor sehingga umur pakainya menjadi lebih pendek.
Perawatan kompor sebenarnya sangat sederhana dan bahkan bisa dikatakan sebagai investasi kecil yang memberikan keuntungan besar. Dengan membersihkan permukaan kompor menggunakan kain lembap lalu segera dikeringkan setelah memasak, kita melakukan langkah penting mencegah penumpukan kotoran dan karat. Selain itu, membersihkan bagian ring kompor secara rutin, merendamnya dalam air sabun hangat, dan menyikatnya dengan lembut akan membersihkan kerak membandel. Jangan lupa juga untuk memeriksa kondisi selang dan regulator gas agar selalu dalam keadaan aman tanpa kebocoran.
Bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di dapur juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan kompor tanpa biaya mahal. Baking soda yang dicampur air hangat mampu mengangkat noda membandel dengan lembut, sedangkan sikat gigi bekas sangat efektif membersihkan lubang-lubang kecil pada pembakar kompor.
Namun ada beberapa kesalahan fatal yang harus dihindari, seperti membersihkan bagian tungku dengan air yang dapat menyebabkan kerusakan pada pemantik listrik, serta menggunakan alat kasar yang bisa merusak permukaan kompor, atau meletakkan wajan basah di atas kompor kaca yang bisa retak. Mengabaikan tanda-tanda awal kerusakan juga akan membuat masalah bertambah besar dan biaya perbaikan meningkat.
Kalau sudah mencium bau gas atau kompor tidak menyala sama sekali setelah mengganti baterai, sebaiknya langsung memanggil teknisi profesional untuk menghindari risiko yang lebih berbahaya.
Memelihara kompor bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal keamanan keluarga dan efisiensi pengeluaran rumah tangga. Dengan merawat kompor hanya beberapa menit setiap hari dan melakukan pembersihan rutin, Anda akan memperpanjang umur kompor, menghemat biaya perbaikan, dan memastikan proses memasak tetap lancar dan aman. Jangan menunggu sampai kompor rusak baru diperbaiki, mulai dari sekarang jadikan perawatan kompor sebagai bagian dari rutinitas harian Anda agar dapur tetap nyaman dan aman untuk keluarga tercinta.
